JAKARTA - Kejadian genangan air pasca hujan yang memicu kemacetan parah di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, bukanlah fenomena yang terisolasi. Insiden ini kembali menyingkap masalah fundamental dalam sistem drainase dan tata kelola air perkotaan di Ibu Kota.
Titik genangan di Daan Mogot telah lama menjadi langganan. Penyebabnya beragam, mulai dari kapasitas saluran drainase yang tidak memadai, pendangkalan akibat sedimentasi dan sampah, hingga berkurangnya daerah resapan air di sekitar kawasan tersebut.
"Masalah genangan di Daan Mogot ini kompleks. Di satu sisi, beban hidrologi kawasan sudah meningkat karena perkembangan permukiman dan komersial. Di sisi lain, kapasitas dan perawatan saluran drainase seringkali tidak optimal," jelas seorang ahli tata kota yang enggan disebutkan namanya.
Solusi Jangka Panjang yang Diperlukan
Penanganan reaktif dengan pemompaan air saat genangan terjadi tidaklah cukup. Diperlukan solusi jangka panjang yang komprehensif, seperti:
Tanpa intervensi infrastruktur yang serius dan berkelanjutan, masalah genangan dan kemacetan di Daan Mogot akan terus berulang, mengganggu mobilitas dan menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak kecil bagi kota Jakarta.
Baca Juga: Sumatera Utara Dilanda Duka, Bencana Tinggalkan Ratusan Korban Mengungsi
Tag:
Penulis: Seraphine Claire