Lusail, Qatar - Perhitungan poin yang ketat menjadi pusat perhatian jelang Grand Prix Qatar. Lando Norris memegang kendali penuh atas takdir gelarnya. Ada beberapa skenario yang memungkinkannya mengangkat trofi juara dunia untuk pertama kali di Sirkuit Lusail.
Skenario paling sederhana adalah jika Norris finis di posisi yang memberinya selisih delapan poin atau lebih dari Verstappen. Misalnya, jika Verstappen finis di luar podium dan Norris meraih kemenangan, gelar bisa langsung ditentukan. Kombinasi hasil lainnya juga sangat mungkin terjadi mengingat jarak poin yang cukup lebar.
Faktor sprint race juga menambah dimensi baru dalam perhitungan. Poin tambahan dari sesi sprint pada Sabtu bisa digunakan Norris untuk memperbesar jarak atau memperkecil defisit yang dibutuhkan pada balapan utama. Setiap poin di akhir pekan ini sangat berharga.
Namun, tim McLaren tidak ingin terburu-buru. Mereka menyadari bahwa balapan di Qatar penuh dengan variabel, mulai dari degradasi ban yang tinggi hingga suhu ekstrem yang mempengaruhi kinerja mesin. Strategi yang fleksibel dan kemampuan beradaptasi akan diuji.
Norris sendiri menyikapi peluang ini dengan kepala dingin. Ia mengaku tidak ingin terlalu berfokus pada perhitungan matematis, melainkan lebih memprioritaskan untuk membalap secepat mungkin dan memberikan yang terbaik di trek. Pendekatan ini dinilainya lebih sehat secara mental.
Apapun skenario yang terjadi, Grand Prix Qatar menjanjikan drama balap yang memikat. Perburuan gelar juara dunia Lando Norris menjadi narasi utama yang akan menyedot perhatian jutaan penonton di seluruh dunia, menjadikan lomba di gurun Qatar sebagai momen yang tak terlupakan.
Baca Juga: Dunia Sepak Bola Kecam Keras Ancaman Trump Ke Tuan Rumah Piala Dunia
Tag:
Penulis: Callysta Annisa