Kawasan Sumatera – Ketepatan dan kecepatan menjadi kata kunci dalam rencana Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memetakan kerusakan infrastruktur akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatera. Respon yang cepat ini dianggap vital untuk mencegah memburuknya kondisi sosial ekonomi di daerah bencana.
Pemetaan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari wilayah-wilayah yang mengalami tingkat kerusakan paling parah dan memiliki dampak terhadap populasi terbesar. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan dan perbaikan dapat segera dirasakan oleh mayoritas korban.
AHY menyadari bahwa tantangan di lapangan akan sangat kompleks, mengingat kondisi geografis Sumatera yang beragam. Oleh karena itu, ia mendorong penggunaan teknologi modern, seperti drone dan citra satelit, untuk menjangkau area-area yang sulit diakses oleh tim darat.
Selain infrastruktur transportasi, perhatian juga akan diberikan pada jaringan utilitas publik yang rusak. Pemulihan listrik, air bersih, dan komunikasi adalah hal mendesak yang langsung mempengaruhi kualitas hidup masyarakat pasca bencana.
Prinsip transparansi dan akuntabilitas akan diterapkan dalam seluruh proses pemetaan. AHY menegaskan bahwa semua data yang diperoleh akan didokumentasikan dengan baik dan dapat diakses oleh pihak-pihak yang berwenang untuk memantau progres rehabilitasi.
Komunikasi dengan kepala daerah dan para pemangku kepentingan lokal telah dan akan terus dilakukan. Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi dan menghimpun masukan dari mereka yang paling memahami kondisi di lapangan.
Hasil dari pemetaan ini nantinya tidak hanya bermanfaat untuk rehabilitasi jangka pendek, tetapi juga untuk perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang di Sumatera. Data ini dapat menjadi referensi dalam menyusun kebijakan tata ruang dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Dengan langkah strategis ini, AHY berkomitmen untuk tidak hanya memulihkan, tetapi juga meningkatan ketahanan infrastruktur dan masyarakat Sumatera dalam menghadapi ancaman bencana alam di kemudian hari.
Baca Juga: Sumatera Utara Dilanda Duka, Bencana Tinggalkan Ratusan Korban Mengungsi
Tag:
Penulis: Seraphine Claire