Jakarta, Indonesia – Perang Indonesia melawan pencucian uang dan pendanaan terorisme memasuki babak baru yang lebih terkoordinasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan komitmen bersama untuk mempererat jejaring pertukaran informasi dan intelijen guna memutus mata rantai pendanaan kegiatan illegal.
Jaringan kejahatan terorganisir seringkali memanfaatkan lemahnya koordinasi antar lembaga untuk melancarkan aksinya. Mereka memecah aliran dana besar menjadi transaksi-transaksi kecil yang tersebar di berbagai institusi keuangan dan disamarkan melalui transaksi digital yang kompleks.
Dengan kolaborasi ini, analisis dari PPATK mengenai transaksi mencurigakan dapat diperkaya dengan data pengawasan OJK dan analisis kerentanan siber dari BSSN. Pendekatan multidisiplin ini memungkinkan pelacakan alur dana hingga ke sumbernya, bahkan yang melintasi batas negara.
Fokus utama kolaborasi adalah pada pencegahan, dengan membangun sistem yang mampu mengidentifikasi dan membekukan dana yang diduga terkait kegiatan terorisme sebelum digunakan untuk melakukan aksi yang mengancam keselamatan publik.
Pelatihan bersama bagi analis keuangan dan investigator siber akan diselenggarakan secara rutin. Hal ini bertujuan untuk membentuk pemahaman yang sama dalam mengidentifikasi red flags atau tanda-tanda peringatan yang muncul dari laporan transaksi keuangan dan aktivitas digital.
Kemitraan dengan sektor swasta, khususnya perbankan dan penyedia jasa keuangan lainnya, juga akan ditingkatkan. Lembaga jasa keuangan diharapkan dapat menjadi garis pertahanan pertama yang proaktif dalam melaporkan aktivitas yang tidak wajar.
Evaluasi terhadap efektivitas kerja sama ini akan dilakukan secara berkala untuk memastikan tujuan bersama tercapai. Indikator kinerja yang jelas akan ditetapkan, termasuk jumlah laporan yang ditindaklanjuti, kecepatan respons, dan nilai dana yang berhasil diselamatkan.
Sinergi OJK, PPATK, dan BSSN ini diharapkan dapat meningkatkan peringkat Indonesia dalam penilaian internasional oleh Financial Action Task Force (FATF). Peringkat yang baik tidak hanya mencerminkan komitmen Indonesia, tetapi juga memudahkan integrasi ekonomi Indonesia dengan dunia global.
Baca Juga: OJK UMSU Bekali Mahasiswa Ilmu Kelola Keuangan Dan Investasi Di Era Digital
Tag:
Penulis: Nora Jane