Hernia Pada Anak, Penyebab Dan Perbedaan Berdasarkan Usia Munculnya

Jumat, 19 Desember 2025

    Bagikan:
Penulis: Atmakusuma
Ada perbedaan signifikan antara hernia yang muncul sejak bayi dengan yang muncul pada anak besar, terkait dengan penyebabnya. (Dok. Unsplash)

Jakarta - Tidak sedikit orang tua yang terkejut ketika mendapati benjolan di lipat paha buah hatinya. Hernia, yang kerap dikaitkan dengan aktivitas mengangkat beban berat pada orang dewasa, ternyata juga dapat terjadi pada anak. Kondisi ini berhubungan erat dengan proses perkembangan janin di dalam rahim.

dr. Karmile, Sp.B.A., dalam diskusi media yang diadakan RS Pondok Indah Group, menjelaskan bahwa hernia inguinal merupakan jenis yang paling sering dijumpai pada anak. Penyebab utama, menurutnya, adalah prosesus vaginalis yang tidak menutup sempurna setelah menjalankan fungsinya di masa kehamilan. "Kalau hernia inguinal, bisa terjadi penonjolan usus di daerah lipat paha itu karena kegagalan penutupan prosesus vaginalis," ungkapnya.

Penyebab sekunder adalah kelemahan struktur dinding perut. Namun, persentase kejadiannya jauh lebih rendah. "Yang ini pada anak-anak terjadinya sekitar empat persen dan biasanya terjadi pada anak-anak yang umurnya lebih besar, jadi bukan dari bayi," kata dr. Karmile. Hal ini mengindikasikan adanya dua mekanisme patofisiologi yang berbeda.

Baca Juga: Pernikahan Sirri Inara Rusli Dan Insanul Fahmi Tak Bisa Diisbatkan

Jika disebabkan oleh masalah pada prosesus vaginalis, benjolan hernia cenderung sudah dapat diamati sejak periode neonatal. "Kalau karena kegagalan penutupan prosesus vaginalis, biasanya benjolannya itu sudah sejak dia bayi atau bahkan baru lahir sudah kelihatan," jelas dr. Karmile. Pola kemunculan ini menjadi petunjuk diagnostik yang berharga.

Untuk memahami kondisi ini, perlu diketahui apa itu prosesus vaginalis. dr. Karmile menerangkan, "Waktu di dalam kandungan, gonad yang nantinya akan jadi biji kemaluan, asalnya belum berada di bawah, dia masih berada di dalam perut." Struktur ini merupakan penonjolan alami dari lapisan perut.

Khusus pada janin laki-laki, prosesus vaginalis memiliki fungsi vital. "Pada janin laki-laki, prosesus vaginalis berfungsi untuk membantu turunnya gonad ke kantong kemaluan. Dia akan difasilitasi oleh tonjolan ini, prosesus vaginalis. Ini sebenarnya berupa tonjolan lapisan perut paling dalam, dia akan menonjol terus ke bawah untuk memfasilitasi si gonad ini turun," urainya. Setelah gonad turun, saluran ini idealnya menutup. Kegagalan penutupan inilah yang menjadi masalah.

Orang tua memiliki peran sentral dalam observasi dini. Setiap benjolan yang dicurigai, terutama di daerah yang disebutkan, harus mendapatkan perhatian serius. Konsultasi medis diperlukan untuk membedakan hernia dari kondisi lain seperti pembengkakan kelenjar getah bening atau hidrokel.

Penanganan hernia pada anak merupakan bidang khusus dalam ilmu bedah anak. Tindakan operasi sering kali direkomendasikan untuk mencegah komplikasi berbahaya. Keputusan waktu operasi akan disesuaikan dengan usia anak, ukuran hernia, dan ada tidaknya gejala darurat.

Dengan demikian, pemahaman yang komprehensif mengenai hernia pada anak dapat menghilangkan kecemasan yang tidak perlu. Kerjasama antara orang tua yang waspada dan tenaga medis yang kompeten adalah formula terbaik untuk mengatasi kondisi ini, sehingga anak dapat kembali beraktivitas dengan normal.

(Atmakusuma)

    Bagikan:
komentar