Tingkatkan Kesiapan, Menhub Dudy Soroti Kapasitas Dan Keamanan Di Gilimanuk

Selasa, 30 Desember 2025

    Bagikan:
Penulis: Rosihan Anwar
Menhub meminta evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas angkut dan penerapan protokol keamanan yang ketat di Pelabuhan Gilimanuk untuk menjamin pelayanan optimal selama puncak liburan. (dok. Kementrian Perhubungan)

Bali - Menanggapi dinamika transportasi menjelang libur panjang, Menteri Perhubungan Dudy Arie Wicaksono secara khusus menyoroti dua aspek krusial di Pelabuhan Gilimanuk: kapasitas angkut dan keamanan. Kedua hal ini dinilai sebagai penentu utama kelancaran dan keselamatan perjalanan penumpang dan kendaraan yang melintas. Tanpa kapasitas yang memadai dan keamanan yang terjamin, potensi gangguan operasional dan risiko kecelakaan meningkat.

Kapasitas angkut yang dimaksud mencakup ketersediaan kapal yang memenuhi syarat teknis dan jumlah yang cukup. Pemerintah akan memastikan bahwa seluruh kapal yang beroperasi telah melalui pemeriksaan kelayakan yang ketat. Selain itu, skenario penambahan armada cadangan dari rute lain juga disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan di luar perkiraan, sehingga tidak ada penumpang yang tertinggal.

Di sisi keamanan, penerapan protokol menjadi lebih ketat. Setiap kendaraan yang masuk ke kapal akan diperiksa, bukan hanya dari segi administrasi tetapi juga muatannya untuk mencegah pembawaan barang berbahaya. Pengawasan terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut juga akan diintensifkan untuk memutuskan apakah penyeberangan aman dilakukan atau perlu ditunda.

Baca Juga: Hasil Ramp Check 9 Desember Nyatakan Bus Cahaya Trans Tidak Laik Jalan

Efisiensi proses bongkar muat kendaraan di pelabuhan juga menjadi perhatian. Petugas akan dilatih untuk bekerja lebih cepat dan tertib guna meminimalkan waktu tunggu. Penataan ulang lajur dan area parkir di dalam pelabuhan dilakukan untuk memperlancar arus kendaraan menuju kapal, sehingga mengurangi kemacetan di dalam area pelabuhan.

Teknologi informasi dimanfaatkan untuk mendukung kedua aspek tersebut. Aplikasi pemesanan tiket online diharapkan dapat mengatur distribusi penumpang secara lebih merata. Selain itu, sistem pemantauan CCTV dan komunikasi digital antara kapal dan menara kontrol akan ditingkatkan fungsionalitasnya untuk mengawasi seluruh kegiatan secara real-time.

Pemerintah daerah setempat dilibatkan secara aktif, terutama dalam mengatur lalu lintas di jalur pendekat menuju pelabuhan. Langkah ini untuk mencegah kemacetan yang membelakang hingga ke jalan raya utama. Posko pengaduan dan informasi juga akan didirikan untuk merespons cepat keluhan atau keadaan darurat yang mungkin terjadi.

Kepada para pengguna jasa, disampaikan imbauan untuk turut menjaga keamanan dengan tidak melanggar peraturan, seperti tidak merokok di area terlarang, memarkir kendaraan sesuai petunjuk, dan mengikuti arahan petugas. Kepatuhan kolektif akan menciptakan lingkungan yang aman dan tertib bagi semua pihak.

Dengan fokus pada peningkatan kapasitas dan keamanan, langkah-langkah yang diambil diharapkan dapat mentransformasi Pelabuhan Gilimanuk menjadi simpul transportasi yang tidak hanya sibuk, tetapi juga efisien, aman, dan terpercaya dalam menyambut tahun baru 2026.

(Rosihan Anwar)

    Bagikan:
komentar