Jakarta, Indonesia - Di balik hiruk-pikuk hujatan dan tekanan mental yang dialami Inara Rusli, terdapat satu fakta hukum yang krusial namun sering terabaikan. Kuasa hukum Inara, Herlina, memberikan penjelasan tegas mengenai status pernikahan sirri antara kliennya dengan Insanul Fahmi. Menurut Herlina, pernikahan tersebut secara hukum tidak mungkin untuk diisbatkan atau memperoleh pengakuan resmi dari pengadilan agama. Akar masalahnya terletak pada status Insanul Fahmi yang pada saat akad nikah sirri dilakukan, masih terikat dalam perkawinan sah dengan mantan istrinya.
Penjelasan Herlina ini merujuk pada aturan main yang jelas dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), khususnya Pasal 7. Pasal tersebut menyatakan bahwa isbat nikah tidak dapat dilakukan apabila salah satu pihak, atau bahkan keduanya, masih berada dalam ikatan perkawinan lain yang sah. Dengan demikian, pernikahan sirri antara Inara dan Insanul sejak awal telah memiliki cacat hukum fundamental, karena memenuhi unsur yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Lebih lanjut, Herlina juga menepis segala spekulasi yang mengatakan bahwa status pernikahan mereka bisa disahkan setelah Insanul bercerai secara resmi. Ia menegaskan bahwa jalan satu-satunya adalah dengan melangsungkan akad nikah ulang secara lengkap dan memenuhi semua syarat serta rukunnya. "Tidak bisa, harus menikah ulang. Kecuali izin poligami," tegas Herlina. Pernyataan ini sekaligus menutup kemungkinan interpretasi lain, bahwa perceraian Insanul akan otomatis menyelesaikan masalah keabsahan pernikahan dengan Inara.
Baca Juga: Meneruskan Warisan Ratu Sirikit, Lisa BLACKPINK Dalam Balmain Yang Sarat Sejarah
Sementara itu, di ranah yang berbeda, Inara Rusli justru sedang berjuang dengan tekanan batinnya sendiri. Pengacaranya yang lain, Daru, menyebutkan bahwa Inara 'kena mental' akibat hujatan yang tak henti-hentinya datang, terutama setelah penampilannya di podcast Denny Sumargo. Saat datang ke Polda Metro Jaya untuk kepentingan pemeriksaan, Inara memilih untuk diam seribu bahasa, membiarkan pengacaranya yang berbicara mewakilinya.
Dalam podcast yang menjadi sumber kontroversi tersebut, Inara terlihat kesulitan memberikan jawaban yang tegas dan memuaskan publik. Ketika ditanya Denny Sumargo apakah ia merasa terjebak dalam hubungan dengan pria beristri, Inara menjawab dengan mengedepankan kewajiban agama sebagai istri untuk menjaga marwah suami. Jawaban ini, meski berusaha santun, justru dinilai banyak netizen sebagai bentuk pembelaan yang tidak mengakui kesalahan atau kompleksitas masalah.
Kondisi kesehatan Inara pun dilaporkan terganggu. Daru mengungkapkan bahwa jadwal pemeriksaan sebelumnya terpaksa ditunda karena kondisi badan Inara yang kurang fit. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan psikologis yang ia alami telah mulai berimbas pada kondisi fisiknya. Kombinasi antara masalah hukum yang pelik, tekanan mental dari hujatan, dan gangguan kesehatan fisik menggambarkan situasi yang sangat sulit yang sedang dihadapi oleh Inara Rusli.
Penjelasan hukum dari Herlina setidaknya memberikan kejelasan di tengah kabut keraguan masyarakat. Meski tidak meringankan beban mental yang dialami Inara, klarifikasi ini penting untuk menghentikan spekulasi liar tentang kemungkinan pengesahan pernikahan mereka di kemudian hari. Pada akhirnya, kasus ini menjadi cermin betapa rumitnya ketika masalah hubungan pribadi, opini publik, dan ketentuan hukum saling bertautan, menciptakan sebuah situasi yang sulit bagi semua pihak yang terlibat.